AMAL PERBUATAN DIUKUR PADA AKHIRNYA

Setiap perbuatan haruslah dilakukan dengan baik dan benar. Baik pada awal, proses dan pada akhirnya. Perbuatan itu harus diawali (dilandasi) dengan niat yang jujur dan ikhlas semata-mata mengharap ridlo Alloh swt., proses pelaksanaan dilakukan dengan cara yang benar sesuai tuntunan agama sampai akhir. Perbuatan demikianlah yang bernilai ibadah, dapat mendekatkan dirinya kepada Alloh swt. serta akan menyebabkan menjadi orang yang taqwa dan mendapatkan husnul khotimah.
Sebaliknya apabila amal perbuatan timbul dari sifat riya (pamer) atau ingin berbangga diri (ujub) atau cari nama tentunya hanya akan menjadi sekedar perbuatan saja, tanpa mendapat nilai dari Alloh swt. Bahkan akan dapat mengantarkan pelakunya kepada su’ul khotimah.

Mari kita ingat apa yang diriwayatkan oleh Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad, bahwa ada seorang laki-laki yang sangat berani ketika ikut berperang bersama Rosululloh saw. Namun ketika itu Rosululloh bersabda : ”barang siapa ingin melihat penduduk neraka maka lihatlah orang itu”.
Kemudian ada orang yang ingin membuktikan dan mengikuti orang (yang sangat berani) tersebut. Dalam perang laki-laki tersebut sangat berani memerangi kaum musyrik (musuh) hingga ia terluka dan kemudian meninggal dunia. Menyaksikan peristiwa  itu, orang yang mengikuti tersebut menjadi jelas dengan apa yang disabdakan oleh Rasululloh saw.
Lantas ia menghadap kepada Rasululloh seraya berkata  ”Aku bersaksi bahwa engkau adalah rasululloh”.
Lalu Nabi SAW. berkata ; ada apa denganmu?
Lelaki itu melanjutkan bicaranya, “Anda telah berkata benar tentang seseorang, bahwa siapa yang ingin melihat penduduk neraka maka lihatlah orang itu. Padahal waktu itu ia termasuk orang yang sangat berani. Kemudian baru aku tahu bahwa ia tidak mati seperti yang diduga banyak orang, karena ketika terluka ia mempercepat kematiannya dengan membunuh dirinya.”
Kemudian Nabi saw dengan spontan bersabda, “ada seorang hamba yang selalu mengerjakan perbuatan ahli neraka, tetapi akhirnya ia termasuk penduduk surga, dan ada pula seorang hamba yang selalu mengerjakan perbuatan ahli surga, tetapi akhirnya ia termasuk penduduk neraka. Karena perbuatan itu diukur di akhirnya”.
Dari kisah ini terdapat pelajaran yang sangat berharga dan harus bisa kita ambil, bahwa amal perbuatan harus selalu diupayakan baik (menurut Alloh) baik pada awal atau niatnya, prosesnya dan akhirnya. Semoga kita mendapatkan husnul khotimah.
Firman Alloh dalam QS. Ali Imron 102 (artinya):
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqqalah kepada Alloh dengan sebenar-benarnya (taqwa) kepadan-Nya; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam”.
Kita berdo’a :
Allohumma inni as aluka bihusnil khotimah, Walaa takhtim alaina bisu’il khotimah  
Ya Alloh sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan husnul khotimah, dan janganlah Engkau akhirkan hidupku dengan su’ul khotimah. Amiin.

Tentang kh4lim4h

Berbagi tentang Pendidikan dan Keluarga
Pos ini dipublikasikan di Keluarga, Pendidikan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s