Peranan Wanita dalam Pendidikan

Banyak anggapan, dunia ilmu pengetahuan adalah dunia kaum laki-laki. Seolah-olah, kaum wanita tidak memiliki kontribusi apa-apa dalam bidang ilmu pengetahuan. Padahal dalam sejarah panjang umat manusia, banyak wanita yang berperan penting dalam pelestarian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena memang definisi pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan individu-individu baik laki-laki maupun perempuan untuk mentransmisikan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, dan bentuk-bentuk ideal kehidupan dalam meneruskan aktivitas kehidupan secara efektif dan berhasil. Kemajuan ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Pendidikan yang baik akan menjadi awal bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Proses pendidikan diawali dari lingkungan yang paling kecil, yaitu rumah. Dari sinilah bermulanya kontribusi wanita dalam ilmu pengetahuan. Tidak sedikit ilmuwan yang lahir berkat didikan wanita yang berkualitas sejak masa yang sangat dini di rumah.

Peran RA. Kartini dalam memajukan pendidikan di Indonesia merupakan salah satu contoh kontribusi wanita yang dicetak dengan tinta emas dalam sejarah. Pada masa itu, kondisi pendidikan di tanah air sangat memprihatinkan, khususnya bagi kaum wanita. Anak-anak di bawah umur 12 tahun masih diperbolehkan mengikuti pelajaran di sekolah. Namun setelah di atas 12 tahun, mereka tidak diperbolehkan lagi belajar di luar rumah.

Kartini mendobrak kondisi yang memprihatinkan tersebut dengan membangun sekolah khusus wanita. Selain itu, ia juga mendirikan perpustakaan bagi anak-anak perempuan di sekitarnya. Usaha Kartini ini didukung oleh sahabatnya, Rosa Abendanon, dan suaminya, Raden Adipati Joyodiningrat. Pemikiran-pemikiran Kartini dalam memajukan dunia pendidikan dapat kita baca dalam bukunya yang terkenal, ” Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Apa yang telah diperjuangkan oleh Kartini pada masa itu, dapat kita lihat manfaatnya dalam perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini. Hal ini juga berimbas pada kemajuan ilmu pengetahuan di tanah air.

Selain berperan mengembangkan ilmu pengetahuan -secara tidak langsung- lewat jalur pendidikan, banyak tokoh wanita yang mengukir prestasi besar dalam mengembangkan ilmu pengetahuan secara langsung.

Tokoh wanita yang mungkin layak disebutkan pertama kali adalah Aisyah ra. Pada masanya, Aisyah ra. banyak memberikan masukan dan ide-ide cemerlang dalam memajukan Islam. Selain itu, dia juga berperan besar dalam menjaga kemurnian sunnah nabi, yang menjadikannya salah seorang sumber rujukan pada zamannya.

Aisyah ra. juga terkenal ahli dalam bidang fiqh, yang nyaris tak tertandingi kehebatannya dalam sejarah keilmuan Islam. Keahliannya dalam bidang sunnah dan fiqh tersebut membuat namanya tercatat dalam golongan intelektual papan atas di tahun-tahun pertama Islam.

Nama lain yang juga pantas disebut adalah Helen keller. Dia adalah penulis dan peneliti asal AS. Ketika berumur satu tahun, dia terserang penyakit yang parah, dan itu mengakibatkannya tidak bisa melihat dan mendengar lagi. Kekurangan yang dimilikinya, tidak mengurungkan niat Helen untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan. Ia terus belajar, belajar dan belajar. Helen menuntut ilmu di rumah, dan diajar oleh guru pribadi yang didatangkan oleh orangtuanya.

Pada usia 20 tahun, dia berhasil diterima di universitas. Helen aktif menulis buku untuk menggalang dana bagi orang-orang buta. Buku pertamanya, ” The Story of My Life”, telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Apa yang telah dilakukannya, membuka mata dunia untuk lebih menghargai keberadaan dan peran wanita, sekalipun dengan keterbatasan indera, seperti Helen Keller.

Ketika banyak orang mengasumsikan ilmu pengetahuan hanya sebatas teknologi, maka tokoh besar wanita yang tidak boleh dilupakan adalah Marie Curie. Wanita yang bernama lengkap Maria Sklodowska Curie ini, adalah penemu unsur radium. Curie adalah satu-satunya ilmuwan yang berhasil memperoleh dua nobel, nobel yang pertama didapat pada tahun 1903 untuk bidang fisika, dan yang kedua didapat pada tahun 1911 untuk bidang kimia. Curie juga merupakan wanita pertama yang mengajar di Universitas Sorbonne, Paris.

Dedikasinya yang sangat tinggi di bidang ilmu pengetahuan, belum ada yang menandingi. Curie mengabdikan seluruh hidupnya pada ilmu pengetahuan. Dan sampai saat ini, tidak ada wanita yang memiliki pengabdian intelektual seperti dirinya. Berkat jasa Marie Curie, wanita semakin diakui kontribusinya dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Meskipun disibukkan oleh kegiatannya, tapi dia tidak pernah melupakan kodratnya sebagai wanita dan sebagai seorang ibu. Dia tetap meluangkan waktu untuk melayani sang suami, Pierre Currie, dan anaknya, Irene Curie. Banyak wanita muda yang tersugesti setelah membaca kisahnya.

Demikianlah, anggapan bahwa dunia ilmu pengetahuan adalah dunia kaum laki-laki, ternyata tidak sepenuhnya benar. Banyak tokoh wanita yang berperan besar dalam memajukan ilmu pengetahuan. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Berbagai prestasi luar biasa yang telah ditorehkan oleh Kartini, Aisyah ra, Helen Keller, Marie Curie, dan lain-lain; adalah sederet bukti yang tak terbantahkan.

Diambil dari : “majalah al khoirot”

Tentang kh4lim4h

Berbagi tentang Pendidikan dan Keluarga
Pos ini dipublikasikan di Keluarga, Pendidikan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s